Kamus Geologi & Pertambangan


Please select from the menu above

  • Air asam penirisan

    Air bersifat asam yang ditiriskan dari tambaang batubara dalam atau tambang batubara terbuka yang diasilkan oleh reaksi organik atau inorganik bahan-bahan mengandung pirit (besi sulfida) dengan air dan oksigen sehingga air ini mengandung asam belerang dan besi

  • Air dried

    Conto batubara dikeringkan secara alami atau dalam alat pengering pada suhu ruang sebelum dianalisis

  • Air Dried Basis (ADB)

    Analisis conto batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya

  • Analisis proksimat

    Penentuan pesentase dari kadar kelembaban, zat terbang , karbon tertambat (karbon tetap) dan abu dengan cara tertentu di laboratorium umumnya untuk batubara dan kokas. Walaupun tidak tepat analisa proksimat lebih sering mencantumkan nilai kalor batubara, analisa dilakukan pada basis conto sebagai diterima (as-reveived), bebas kelembaban (moistur free) dan bebas-abu (ash-free)

  • Analisis ultima

    Analisa laboratorium untuk menentukan kandungan abu, karbon, hidrogen, ogsigen dan belerangdalam batubara dengan metoda tertentu. Kandungan itu dinyatakan dalam persen pada basis contoh dikeringkan pada suhu 105ºC dalam keadan bebas kelembaban dan abu

  • Antiklin

    Lapisan yang membentuk dua sisi kemiringan berlawanan arah(seakan-akan mempunyai kemiringan yang berlawanan) sama seperti atap rumah

  • Antrasit

    Batubara keras dengan peringkat teretinggi, berwarna hitam dengan kilap tinggi, mengandung persentasi tinggi karbon tertambat (karbon tetap) biasanya antara 92% – 98% (dalam basis kering , bebas bahan mineral/DMMF).

    Antrasit sukar terbakar dan bila terbakar menimbulkan nyala pendek berwarna biru tanpa asap.

    Dari segi tingkat pengkarbonan (carbonization) hanya grafit (yang tidak termasuk batubara) yang berada pada tingkat yang lebih tinggi.

  • Antrasit (Batubara keras)

    Batubara keras , dapat pula berarti batubara jenis apa saja yang mempunyai nilai kalori lebih besar dari 5700 Kkal/Kg.

  • Attitude

    Tingkatan perubahan kemiringan lateral dari lapisan batubara yang berhubungan dengan topografi permukaan.

    Tingkat perubahan ini merupakan faktor yang perlu untuk pertimbangan pilihan lokasi penambangan yang akan dikembangkan karena berkenaan dengan tingkat pertambahan kedalaman tambang batubara.

  • Batubara
    1. Bahan bersifat karbon yang terjadi secara alamiah.
    2. Batuan bersifat karbon berbentuk padat, rapuh, berwarna coklat tua sampai hitam, dapat terbakar, yang terjadi akibat perubahan/pelapukan tumbuhan secara kimia dan fisik.

    Batubara dapat dibeda-bedakan menurut jenis tumbuhan pembentuknya, peringkat metamorfosisnya dan tingkat bahan pengutornya. Klasifikasi seluruh batubara didasarkan pada faktor-faktor diatas tadi.

  • Batubara abu

    Batubara dalam bentuk abu karena penambangan dan proses penghancuran alamiah, atau hasil gerusan dan disaring berukuran lebih kecil dari 0.5 mm.

  • Batubara bitumen

    Batubara relatif lunak yaitu semua jenis batubara dengan peringkat antara lignit dan antrasit, mempunyai kandungan bahan karbon tinggi, zat terbang rendah antara 15% – 50% pada analisa kering bebas abu (DAF).

    Batubara bitumen yang paling banyak dijumpai berwarna coklat tua sampai hitam, terbakar dengan nyala berasap. Nilai kalorinya diatas 6300Kkal/Kg (lembab bebas bahan mineral/moist MMF).

  • Bed

    Pelapisan atau lapisan batubara yang merupakan endapan yang besar yang terdapat pada formasi geologi.

    Bed juga berarti lapisan batubara yang biasanya berkualitas rendah atau batubara kotor yang sengaja dihamparkan dan dipadatkan dipermukaan (tanah yang diperkeras atau lapisan kerikil padat) sebagai alas batubara bersih.

    Istilah Bed juga berarti lapisan batubara sebagai bahan bakar pada sistem pembakaran fluidized bed.

  • Breksi

    Batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang bersudut.

  • Genesa

    Istilah digunakan dalam ilmu geomorfologi yang berarti pembentukan batuan/mineral.

    Contoh:

    Genesa batubara = pembentukan batubara.
    Genesa Emas = pembentukan emas.

    Dalam bahasa Latin/Italia/Rumania kata ‘genesa’ berarti asal.

  • Geofisika

    Ilmu yang mempelajari batuan penyusun bumi dari segi karakter fisika.

  • Geokimia

    Ilmu yang mempelajari batuan penyusun bumi dari segi komposisi atau variasi kimia.

  • Geologi
    1. Ilmu yang mempelajari bumi dari segi batuan, struktur, umur, dan sejarah pembentukannya
    2. Ilmu atau studi tentang planet bumi, asal-usul kejadian material-material penyusunnya (mineral, batuan, tanah), proses-proses yang berlangsung terhadap material-material itu (tektonik, deformasi, pengendapan, umur), dan produk yang dihasilkan, sejarah planet tersebut termasuk bentuk-bentuk kehidupan sejak kejadiannya, juga material-material asal bulan, meteor, dan lain-lain
    3. Ilmu yang mempelajari bumi, meliputi cara terjadinya, proses dan sejarah yang berlangsung hingga saat ini, materi pembentuk bumi, struktur atau bangun bumi, bentuk-bentuk permukaan dan prosesnya yang terjadi pada masa lalu, kini dan yang akan datang
  • Geologi eksplorasi

    Aplikasi geologi untuk kepentingan mencari mineral, batuan, migas, panas bumi, air tanah.

  • Geologi Kebencanaan

    Aplikasi geologi untuk mitigasi kebencanaan geologi

  • Geologi Lingkungan

    Aplikasi geologi untuk kepentingan penataan lingkungan dan tata ruang kewilayahan

  • Geologi struktur

    Ilmu yang mempelajari batuan dari segi konfigurasi dan pergerakan dinamis batuan.

  • Geologi teknik

    Aplikasi geologi untuk kepentingan teknik sipil, bangunan dan memberikan informasi keteknikan batuan

  • Geomorfologi

    Ilmu yang mempelajari  mempelajari bentuk permukaan bumi, deskripsi, klasifikasi dan genetika.

  • Hidrogeologi

    Aplikasi geologi untuk berbagai hal yang terkait dengan air bawah tanah

  • Jade

    Salah satu jenis batumulia yang keras, kompak, terdiri dari mineral piroksen jadeite atau mineral amfibol nephrite. Mempunyai kisaran warna antara hijau tua sampai putih kehijauan

  • Jasper

    Salah satu bantuk dari rijang yang berasosiasi dengan bijih besi dan mengandung oksida besi sebagai pengotor yang memberi warna yang beragam, seperti merah, kuning, hijau, biru keabuan, dan hitam

  • Joint (Kekar)

    Suatu rekahan pada batuan dimana tidak ada pergerakan relatif, terbentuk dalam jumlah yang banyak yang membentuk joint set

  • Juvenile (water)

    Istilah yang dipakai untuk air dan gas yang berasal langsung dari magma dan tiba di permukaan bumi untuk pertama kalinya

  • Kaolin

    Kelompok mineral lempung yang berasal dari alterasi alkali feldsfar dan mika. Dibandingkan dengan monmorilonit dan illite, kaolin menyerap lebih sedikit air, indeks plastisitas lebih rendah, lebih sedikit menyusut bila dikeringkan dari keadaan basah. Lembut, putih, kilap tanah, nonplastis. Digunakan sebagai bahan keramik, bahan tahan api, dan kertas

  • Kaolinisasi

    Pengisian atau alterasi mineral terutama feldspar dan mika, yang membentuk kaolin sebagai hasil dari pelapukan atau alterasi hidrotermal.

  • Karst

    Suatu tipe topografi yang terbentuk oleh batugamping, gipsum, dan batuan lainnya karena disolusi. Dicirikan oleh bentuknya yang berupa gua, sinkholes, dan sungai di bawah tanah.

  • Kawasan cagar geologi

    Sebidang lahan, yang di dalamnya terdapat fenomena geologi berkarakteristik unik dan langka, sehingga mampu berfungsi sebagai arsip kekayaan alam nasional sekaligus mempunyai nilai ilmiah yang tinggi untuk kepentingan riset dan pendidikan, termasuk di dalamnya strato-type ataupun type locality suatu formasi maupun lokasi penemuan fosil langka.

  • Kawasan Karst kelas tertentu

    Kawasan yang memiliki salah satu atau lebih kriteria seperti berfungsi sebagai penyimpan air tanah secara tetap dalam bentuk akifer, mempunyai jaringan gua dan sungai bawah tanah, dengan segala keanekaragaman speleotem dan benda bersejarah di dalamnya, mempunyai kepentingan bagi perkembangan ilmu pengetahuan geologi, arkeologi, speleologi, biologi dan lain-lain, berfungsi sebagai pengimbuh air bawah tanah, mempunyai jaringan gua dan aliran sungai bawah tanah yang sudah tidak aktif, tetapi memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

  • Kawasan kepewarisan kekayaan geologi

    Kawasan sistem sumber daya air permukaan dan cekungan air tanah, yang meliputi zona resapan air, wilayah bawah permukaan yang berpotensi akifer dan kondisi geologi berkemampuan tinggi bagi pembangunan bendungan-bendungan bawah tanah (subsurface dams), kawasan cagar geologi, dan kawasan karst kelas tertentu.

  • Kawasan Resapan air

    Sebidang lahan yang karena kondisi geologinya mempunyai kemampuan tinggi dalam meresapkan air menuju dan berakumulasi ke dalam akifer air bawah tanah.

  • Kebencanaan geologi

    Ffenomena ataupun kejadian alami, yang meliputi letusan gunung api, gempa bumi dan tsunami, longsor, abrasi pantai, intrusi air laut disusul dengan ataupun tanpa pencemaran logam berat ke arah daratan, erosi, serta penurunan muka air tanah, termasuk penurunan elevasi muka daratan disusul banjir berskala regional, pergeseran garis pantai ke arah daratan disusul oleh kemusnahan mangrove.

  • Kerogen

    Material organik yang bersifat solid yang mengeluarkan hidrokarbon sejenis minyak pada saat dipanaskan dan mengalami proses distilasi. Terdapat pada batuan sedimen, biasanya serpih

  • Key-bed

    Perlapisan atau sekumpulan perlapisan batuan yang mudah diidentifikasi dan mempunyai karakteristik khusus (seperti litologi atau kandungan fosil) yang berguna untuk pengkorelasian pada pemetaan geologi permukaan maupun bawah permukaan

  • Kriging

    Metode geostatistik yang digunakan untuk mengestimasi nilai dari sebuah titik atau blok sebagai kombinasi linier dari nilai conto yang terdapat disekitar titik yang akan diestimasi

  • Labradorite

    Mineral dari kelompok plagioklas feldpsar yang berwarna gelap dengan komposisi Ab50An50 sampai Ab30An70. Kaya akan variasi warna (biasanya biru atau hijau), karena itu banyak digunakan untuk hiasan. Labradorite biasa terdapat pada batuan beku yang mempunyai kandungan silika rendah sampai sedang.

  • Laccolith

    Intrusi batuan beku yang berbentuk kubah, mempunyai dasar hampir mendatar dan melengkungkan batuan sedimen yang diterobosnya. Biasanya berbentuk planoconvex  dan hampir membulat di bagian atas

  • Lahar

    Aliran lumpur yang terdiri dari material volkaniklastik di badan gunungapi. Alirannya membawa bahan-bahan piroklastik, blok-blok dari aliran lava sebelumnya, dan material epiklastik.

  • Lamination

    Pembentukan lapisan batuan yang tipis dan terpisah. Satu lapisan dapat homogen atau berbeda dengan lapisan lain yang berada di atasnya. Lapisan-lapisan tersebut dibedakan oleh diskontinuitas secara fisik.Pada batuan beku : penyebaran lava secara paralel mengikuti bentuk batuan dibawahnya. Pada batuan sedimen : perlapisan yang paling halus, biasanya diperlihatkan oleh serpih dan batupasir halus.

  • Lapili

    Fragmen dari batuan piroklastik yang berukuran antara 4 mm sampai 32 mm. Sumber lain menyebutkan ukuran lapili berkisar dari 2 mm sampai 64 mm.

  • Litostratigrafi

    Pengelompokan stratigrafi berdasarkan batuan. Dimaksudkan untuk menggolongkan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi pada ciri-ciri litologi

  • Mineralogi

    Ilmu yang mempelajari batuan dari segi mineral penyusunnya, komposisi, kejadian dan kristalisasi.

  • Paleontologi

    Ilmu yang mempelajari fosil, sisa kehidupan masa lampau yang merupakan bagian dari batuan.

  • Penanganan kebencanaan geologi

    Upaya yang dilakukan secara komprehensif dan terus menerus berupa perencanaan terpadu-berkeserbacukupan aspek (sistemik-holistik) dan pelaksanaan pencegahan, mitigasi, penanggulangan, pemulihan dan pembangunan kembali suatu kawasan bencana, yang diawali dengan penyusunan konsep sebagai skenario arah kebijakan teknis yang telah teruji bagi penetapan solusi tuntas untuk diimplementasikan.

  • Petrografi

    Ilmu yang mempelajari batuan secara mikroskopis deskripsi, klasifikasi.

  • Petrologi

    Ilmu yang mempelajari batuan dari sisi genetika batuan, tekstur, susunan dan klasifikasi.

  • Piroklastik

    Bebatuan klastik yang terbentuk dari material vulkanik. Ketika material vulkanik dikirim dan diolah kembali melalui proses mekanik, seperti dengan air atau angin, bebatuan tersebut disebut vulkaniklastik. Piroklastik biasanya berhubungan dengan aktivitas vulkanik, seperti gaya letusan gunung Krakatau. Piroklastik biasanya dibentukdari abu vulkanik, lapilli dan bom vulkanik yang dikeluarkan dari gunung berapi, bergabung dengan bebatuan di daerah tersebut yang hancur.

  • Sedimentologi

    Ilmu yang mempelajari batuan sedimen yang terjadi dari proses pengendapan

  • Stratigrafi

    Ilmu yang mempelajari batuan dari segi pelapisan, penyebaran lateral vertikal, ketebalan, umur dan korelasi