Survey Geofisika Metode Resistivitas 2-D untuk Eksplorasi Batubara


Maksud dilakukannya kegitan ini adalah untuk menentukan dan mengetahui model geologi bawah permukaan (subsurface geology models) dalam kegiatan eksplorasi sumberdaya batubara dengan menggunakan metode Geofisika Resistivitas/ Geolistrik 2 Dimensi (2-D).

Penyelidikan geofisika resistivitas 2-D adalah penyelidikan metode potensial yang dilakukan untuk mengukur perubahan variasi resistivitas secara horizontal maupun vertikal. Dalam penyelidikan resistivitas untuk eksplorasi batubara dapat digunakan konfigurasi Wenner atau Dipole-dipole dengan spasi antar elektroda yang disesuaikan dengan tingkatan penyelidikan.

Lintasan pengukuran sebaiknya di desain dengan memperhatikan kondisi geologi setempat sesuai dengan target penyelidikan (Gambar 1).

Hasil pengukuran dan pengolahan data yang berupa penampang resistivitas (Gambar 2 dan Gambar 3) selanjutnya dapat dikorelasi dan diinterpretasikan untuk mendapatkan gambaran kondisi geologi bawah permukaan.

Penampang Resistivitas pengukuran Geolistrik

Gambar 2: Penampang Resistivitas pengukuran Geolistrik

Hasil analisis korelasi penampang resistivitas selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam pemodelan pola geometri sebaran dari kontur iso-resistivitas dengan metode triangulasi interpolasi (Gambar 4) dan estimasi volume sumberdaya batubara di lokasi penyelidikan dengan metode geostatistik yang berdasarkan pada metode kriging.

Peta Kontur Iso-Resistivitas

Gambar 4: Peta Kontur Iso-Resistivitas

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *