Tinjauan Geologi dan Survey Pendahuluan Mineral Logam Pasir Besi di Daerah Takalar – Sulawesi Selatan


Secara geologi daerah Takalar – Sulawesi Selatan terindikasi sebagai daerah yang prospek untuk endapan pasirbesi pantai yang terbentang dari utara hingga ke selatan, dari mulai Galesong sampai Cikoang.

Penyebaran ketebalan lapisan endapan pasir yang sejajar pantai, seperti di Blok I (Tope Jawa) sangat bervariasi dari 3 hingga 6,5 meter, dengan geometri lapisan melensa, hal ini disebabkan oleh morfologi batuan dasar dan mekanisme pengendapan. Begitu juga kondisi untuk blok-blok lainnya, kontrol morfologi batuan dasar dan mekanisme pengendapan menjadi kontrol yang sangat penting untuk keterdapatan endapan pasir besi.

Perhitungan sumber daya terindikasi (hipotetik) menggunakan asumsi bahwa keadaan daerah yang flat (datar) sehingga volume dianggap sebagai bidang berbentuk balok memanjang. Hal ini dikarenakan renggangnya jarak titik-titik pemboran, sesuai dengan tahapan kegiatan eksplorasi yang masih pada tahap tinjauan (Reconnaisance).

Pada Blok I Tope Jawa, luas sebaran pasir besi 335 hektare (3.350.000 M2), kedalaman 4 m (Mengacu pada T-03 dan MD rata-rata diatas 7%), dengan MD rata-rata 13,05%, BD rata-rata 3,195, maka sumber daya hipotetiknya adalah 5.587.096,5 Ton Konsentrat, dengan kandungan Fe2O3 = 31,11%, TiO = 4,50%, dan Fe Total = 21,76%.

Blok II Garrasi-Taipa, luas sebaran pasir besi 365 hektare (3.650.000 M2), kedalaman 2 m (Mengacu pada T-08 dan MD rata-rata diatas 7 %), MD rata-rata 7,83 %, BD 3, maka sumber daya hipotetiknya adalah 1.714.770 Ton Konsentrat, dengan kandungan Fe2O3 mencapai 94,80%, TiO = 12,75%, dan Fe Total = 66,30%.

Blok III Bontoloe, luas penyebaran pasir besi 50 hektare (500.000 M2), kedalaman 3 m (Mengacu pada T-12 dengan MD rata-rata diatas 7 %), MD rata-rata 10,14%, BD 3, maka sumber daya hipotetiknya adalah 456.300 Ton Konsentrat, dengan kandungan Fe2O3 mencapai 57,54%, TiO = 7,50%, dan Fe Total = 38,16%.

Perhitungan sumber daya terindikasi (hipotetik) untuk ketiga blok ini, yaitu Blok I Topejawa, Blok II Garrasi-Taipa, dan Blok III Bontoloe, totalnya adalah 7.758.166,50 Ton Konsentrat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *